Menu
Dikri Nalendra07 adalah website artikel yang membagikan pembahasan tentang teknologi, pendidikan dan psikologi
Cloud Hosting Indonesia
Cloud Hosting Indonesia
Cloud Hosting Indonesia

Pengertian Psikosomatik atau psikosomatis

  • Share

 

Hallo teman teman selamat datang di website Dikri Nalendra07, gimana kabarnya teman teman hari ini? semoga sehat selalu ya, oya hari ini saya ingin membahas tentang gangguan psikomatis, pasti hampir semua orang pasti pernah mengalami gangguan ini entah itu berawal dari sanak keluarga yang meninggalkan kita, perundungan ataupun peristiwa yang mengancam mental lainnya, setiap manusia wajar mengalami namanya depresi dan stress, tapi jika sampai berlarut larut dalam kesedihan ataupun stress itu tidak baik bagi kesehatan karena dapat menyebabkan penyakit yang dinamakan psikosomatis, apakah teman teman tau apa itu psikomatis? jika belum ayo kita belajar bersama mulai dari pengertian, dampak dan penyebabnya.

Pengertian Psikosomatis

Kata psikosomatik merupakan gabungan dari dua kata, yaitu pikiran (psyche) dan tubuh (soma). Jika diartikan, gangguan psikosomatik adalah keluhan fisik yang timbul atau dipengaruhi oleh pikiran atau emosi, bukannya oleh alasan fisik yang jelas, seperti luka atau infeksi. Gangguan psikosomatik dapat terjadi pada segala usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Munculnya keluhan psikosomatik pada seseorang biasanya diawali masalah kesehatan mental yang dialaminya, seperti takut, stres, depresi, atau cemas.

Ciri Ciri Psikosomatis

Psikosomatis dapat dikenali oleh setiap orang dengan gejala gejala di bawah ini:
  • Cenderung merasa khawatir berlebih meski keluhannya tergolong ringan.
  • Keluhan psikosomatik umumnya muncul pada saat di bawah tekanan atau saat beban pikiran meningkat.
  • Pola munculnya keluhan fisik biasanya dipicu oleh stres dan depresi dan seringkali terjadi secara berulang.

Keluhan Fisik Yang Mungkin Di Alami Oleh Penderitanya

  • Telapak tangan berkeringat
  • Jantung berdebar kencang
  • Sakit kepala
  • Sakit perut atau nyeri ulu hati
  • Sakit punggung
  • Nyeri otot
  • Sesak napas atau asma
  • Nyeri dada

Gangguan psikosomatik juga bisa berupa memburuknya penyakit fisik yang sudah ada akibat pengaruh kondisi psikis, emosi, atau pikiran. Contoh kondisi fisik yang bisa diperparah oleh faktor psikis  atau mental adalah sakit maag, psoriasis, eksim, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung. 

Pengobatan Psikosomatis

Pengobatan psikosomatis memerlukan waktu yang cukup lama bahkan ada  juga yang tidak bisa disembuhkan bila psikosomatisnya udah sangat parah, tapi cara di bawah mungkin dapat mampu mengurangi gejala psikosomatis.
Dalam gangguan psikosomatik, dokter tidak hanya berfokus mengobati gejala fisik yang dialami pasien, tetapi juga mengobati kondisi mental atau psikis yang menyebabkan munculnya keluhan fisik pada pasien. Oleh karena itu, setelah keluhan fisiknya ditangani, pasien mungkin akan dirujuk ke psikiater untuk diperiksa dan diterapi kondisi psikologisnya. Beberapa pengobatan gangguan psikosomatik yang mungkin dilakukan oleh psikiater adalah:

Psikoterapi

Jenis pengobatan psikoterapi yang umumnya dilakukan berupa terapi perilaku kognitif. Pengobatan ini bertujuan untuk melatih respons mental seseorang terhadap situasi yang berat. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk mengurangi keluhan fisik yang dialami orang dengan gangguan psikosomatik.

Hipnoterapi

Hipnoterapi bisa berdampingan dengan psikoterapi, dan efektif untuk mengatasi stres serta kecemasan. Hipnosis pada terapi ini dapat membuat seseorang mampu mengeksplorasi pikiran, perasaan, dan ingatan menyakitkan yang tersembunyi di pikiran bawah sadarnya. Dengan ditemukannya luka terpendam ini, dokter jadi bisa membantu pasien mengolah dan menanggapi luka tersebut sehingga tidak berkembang menjadi stres yang bisa memicu gangguan psikosomatik.

Obat-obatan

Obat-obatan biasanya digunakan untuk gangguan mental yang menyebabkan gejala psikosomatik. Psikiater umumnya meresepkan obat antidepresan yang dapat mengurangi gejala fisik atau nyeri yang berhubungan dengan depresi dan gangguan psikosomatik. Selain cara-cara di atas, psikiater mungkin juga akan melatih pasien mengenai cara mengelola stres dengan baik. Tujuannya adalah agar pasien bisa mencegah atau meredakan gejala psikosomatik ketika sedang dilanda stres. Meski berasal dari pikiran, gangguan psikosomatik tidak boleh disepelekan dan harus diatasi. Jika Anda sering mengeluh sakit saat sedang ada masalah, berkonsultasilah dengan psikiater untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Beli Buku Kesehatan mental perspektif psikologis dan agama di shopee

  • Share

コメントを残す

メールアドレスが公開されることはありません。 * が付いている欄は必須項目です

ja日本語