Menu
Dikri Nalendra07 is an article website that shares discussions about technology, education and psychology
Cloud Hosting Indonesia
Cloud Hosting Indonesia
Cloud Hosting Indonesia

17 august 1945 | Dikri Nalendra07

  • Share

 Indonesia 17 agustus 1945 | Dikri Nalendra07

Assalamuaikum teman teman selamat datang di website Dikri Nalendra07gimana kabarnya hari ini? semoga sehat selalu ya, Hore besok HUT RI yang ke 76 dan berhubung hari spesial tersebut saya akan membahas tentang sejarah Proklamasi Indonesia secara singkat.
Proklamasi kemerdekaan  republik indonesia terjadi pada 17 Agustus 1945 pukul  10.00 WIB  di jalan di Pegangsaan Timur No.56 Jakarta Pusat dan pada 9 Ramadhan 1364 Hijriah, hal itu bukan kejadian ketidak sengajaan tapi telah di tentukan oleh pahlawan kita di karenakan di rasakan waktu yang tepat oleh kalangan muslim dikarenakan bertepatan pada hari jumat yakni hari suci maupun bulan suci.
Hari jumat sudah di jelaskan oleh Rosulullah sebagai hari yang di sucikan “Sebaik-baik hari yang pada hari itu mata hari terbit adalah hari Jumat, pada hari itu Adam diciptakan. Pada hari itu ia dimasukkan ke surga dan pada hari itu ia dikeluarkan dari surga dan tidak akan terjadi hari kiamat kecuali pada hari Jumat.” (HR. Muslim dan Tirmidzi).
Sementara memilih pada bulan ramadhan di karenakan pada itu, bulan yang penuh keberkahan  dan penuh keutamaan , di bulan itu juga pahala manusia di lipat gandakan dan semua perbuatan baik di perhitungkan.
“Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)” (QS Al-Baqarah: 185).

Pihak istana pun menyambut dengan suka cita dan penuh perhitungan  untuk menyambut kemerdekaan bahkan  anggaran untuk mempersiapkan upacara pada saat itu di kabarkan mencapai 7,8 miliar jumlah yang sangat banyak pada tahun 2012 lalu.

Kemerdekaan Indonesia di tandai dengan pembacaan teks proklamasi yang akan saya tulis di bawah ini:
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan Kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05

Atas nama bangsa Indonesia

Soekarno/Hatta.”

teks proklamasi

Tapi hal itu bukanlah hal yang mudah di karenakan harus melalui proses yang amat panjang dan penuh perjuangan, dan saya akan menceritakan secara singkat proses sebelum dan sesudah proklamasi.

Pembentukan BPUPKI

Badan Usaha Penyelidik  Usaha-Usaha Persiapan Kemerdaan Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritsu Junbi Cosakai di bentuk untuk menguntungkan ke dua belah pihak antara Indonesia maupun jepang dengan tujuan mengkaji, mendalami, serta menyelidiki bentuk dasar yang cocok guna kepentingan sistem pemerintahan negara Indonesia pasca kemerdekaan. Jadi, BPUPKI tak lain dibentuk untuk mempersiapkan proses kemerdekaan Indonesia.
Sementara bagi Jepang, tujuan dibentuknya BPUPKI adalah untuk menarik simpati rakyat Indonesia agar membantu Jepang dalam perang melawan Sekutu dengan cara memberikan janji kemerdekaan kepada Indonesia, di karenakan pada saat itu jepang sedang terlibat perang dunia ke 2 sehingga mmbutuhkan banyak dukungan, jepang pada saat itu memang tidak tulus 100% mau memerdekan Indonesia tetapi tujuan sebenarnya pembentukan BPUPKI adalah memberi dukungan ke jepang.
 BPUPKI di bentuk oleh pemerintahan jepang pada 1 maret 1945 bertepatan dengan ulang tahun Kaisar Hirohito, BPUPKI memiliki anggota 67 orang di ketuai Dr. Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T.) Radjiman Wedyodiningrat, dengan wakil ketua Ichibangase Yosio (orang Jepang) dan Raden Pandji Soeroso.
Pada sidang pertama BPUPKI tersebut membahas perumusan dasar negara Republik Indonesia. Selama masa persidangan pertama BPUPKI ini, agendanya adalah mendengarkan pidato dari tiga orang tokoh utama pergerakan nasional Indonesia.
Ketiga tokoh yang menyampaikan gagasannya mengenai dasar negara Republik Indonesia, ialah Prof. Mohammad Yamin, S.H., Prof. Dr. Soepomo, dan Ir. Soekarno.
Pada sidang 29 Mei 1945, Prof. Mohammad Yamin, S.H., mengemukakan gagasan tentang rumusan lima asas dasar negara Republik Indonesia, yakni:

1. Peri Kebangsaan

2. Peri Kemanusiaan

3. Peri Ketuhanan

4. Peri Kerakyatan

5. Kesejahteraan Rakyat

Kemudian pada sidang 31 Mei 1945, Prof. Dr. Soepomo mengemukakan gagasannya mengenai rumusan lima prinsip dasar negara Republik Indonesia, yang dinamakan ‘Dasar Negara Indonesia Merdeka’, yaitu:

1. Persatuan

2. Kekeluargaan

3. Keseimbangan lahir batin

4. Musyawarah

5. Keadilan Sosial

Sementara itu, pada sidang 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan gagasan perihal rumusan lima sila dasar negara Republik Indonesia, yang dinamakan ‘Pancasila’, yaitu:

1. Kebangsaan Indonesia

2. Internasionalisme dan Peri Kemanusiaan

3. Mufakat atau Demokrasi

4. Kesejahteraan Sosial

5. Ketuhanan Yang Maha Esa

Dari beberapa usulan, milik Ir. Soekarno yang diterima dan diberi nama Pancasila. Rumusan ini kemudian digunakan sebagai fondasi dan ideologi negara Indonesia.

Hasil Sidang Kedua BPUPKI

Agenda sidang BPUPKI kedua adalah pembahasan mengenai rancangan undang-undang dasar (UUD), bentuk negara, pernyataan merdeka, wilayah negara, dan kewarganegaraan Indonesia.

Dalam musyawarah tersebut dibentuk Panitia Perancang Undang-Undang Dasar (UUD) berisi 19 anggota yang diketuai oleh Ir. Soekarno.

Tak hanya itu, dalam rapat tersebut juga dibentuk Panitia Pembelaan Tanah Air yang diketuai oleh Abikoesno Tjokrosoejoso serta Panitia Ekonomi dan Keuangan yang diketuai Mohammad Hatta.

Pada 11 Juli 1945, Panitia Perancang UUD membentuk panitia kecil beranggotakan tujuh orang, yang terdiri dari ketua Prof. Dr. Mr. Soepomo dan anggota Mr. Wongsonegoro, Mr. Achmad Soebardjo, Mr. A.A. Maramis, Mr. R.P. Singgih, H. Agus Salim, dan Dr. Soekiman.

Sidang kerja Panitia Perancang UUD dilaksanakan pada 13 Juli 1945. Pada 14 Juli 1945 diadakan rapat pleno BPUPKI yang menerima laporan dari Panitia Perancang UUD.

Ada tiga hal pokok yang harus masuk UUD 1945, yakni pernyataan Indonesia merdeka, pembukaan UUD, serta batang tubuh UUD.

Konsep proklamasi kemerdekaan rencananya akan disusun dengan mengambil tiga alenia pertama Piagam Jakarta. Sedangkan konsep Undang-Undang Dasar hampir seluruhnya diambil dari alinea keempat Piagam Jakarta.

Dengan disepakatinya rancangan undang-undang maka tugas BPUPKI telah selesai dan sidang kedua ditutup pada 17 Juli 1945.

BPUPKI kemudian dibubarkan pada 7 Agustus 1945 oleh pemerintah Jepang karena menganggap tugas Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan telah usai.

Pembentukan PPKI

Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau Dokuritsu Junbi Inkai , PPKI di bentuk setelah BPUPKI di bubarkan, pada saat itu anggota PPKI di pilih oleh Marsekal Terauci orang jepang penguasa tertinggi di Asia Tenggara.
Di balik layar, Jepang ternyata ingin mendapatkan imbalan atas kemerdekaan yang diberikan kepada Indonesia. Tepat sebelum PPKI dibentuk, Jepang mendapatkan serangan dari pihak Sekutu yang menyebabkan hangusnya Kota Hiroshima (terjadi pada 6 Agustus). Berada di ambang kekalahan, Jepang berusaha mendapatkan dukungan dari Indonesia. Oleh karena itu, Jepang akhirnya merekrut kaum nasionalis golongan tua, seperti Sukarno-Hatta yang dijadikan wakil dan wakil ketua PPKI.
Mohammad Yamin menjelaskan bahwa PPKI dibuat pada 7 Agustus 1945. Akan tetapi, A.B. Kusuma dalam Lahirnya Undang-Undang Dasar 1945 (2009) menjabarkan, PPKI baru resmi lahir pada 12 Agustus, tepatnya ketika Marsekal Terauci menyatakan persetujuan atas pendirian PPKI dan ketika Sukarno diangkat menjadi pemimpinnya. Tepat sebelum itu, 9 Agustus 1945, Marsekal Terauci ternyata juga pernah mengadakan pertemuan rahasia di Vietnam dengan para golongan tua, yakni Sukarno, Hatta, dan Radjiman. Oleh karena itu, ada juga pendapat bahwa PPKI baru dibentuk pada tanggal tersebut.
Fungsi PPKI Berbeda seratus delapan puluh derajat dengan BPUPKI, keanggotaan PPKI sepenuhnya diisi oleh orang Indonesia. Menurut Yudi Latif dalam Intelegensia Muslim dan Kuasa (2006:342), terungkap juga bahwa PPKI kala itu diisi oleh masyarakat Indonesia dengan asas kedaerahan, bukan berdasarkan ideologis yang sebelumnya diutamakan BPUPKI. Dengan jumlah anggota sebanyak 21 orang, PPKI dibentuk dengan tujuan mempercepat segala persiapan final untuk menjadikan Indonesia sebagai pemerintahan yang merdeka. Terkait fungsinya, PPKI didirikan untuk beberapa poin berikut: Meresmikan Pembukaan dan Batang Tubuh UUD 1945 yang telah dihasilkan ketika sidang BPUPKI. Menyiapkan pemindahan kekuasaan yang sebelumnya dipegang oleh pihak Jepang. Menyusun segala hal yang menyangkut tata negara jika Indonesia sudah merdeka nanti. Demi melaksanakan fungsi tersebut, seperti yang diungkap dalam situs Kemdikbud, terdapat rencana pelaksanaan sidang pertama PPKI pada 16 Agustus 1945. Akan teatpi, kala itu ada insiden konflik pendapat antara golongan muda dan golongan tua. Hal tersebut ternyata membawa sidang PPKI akhirnya baru dilaksanakan pada 18 Agustus 1945, tepatnya setelah Sukarno memproklamirkan kemerdekaan Indonesia akibat desakan pemuda pada 17 Agustus 1945. Sidang pertama tersebut melahirkan beberapa keputusan berupa poin berikut: Mengesahkan dan menetapkan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945. Memilih Sukarno sebagai presiden dan Mohammad Hatta sebagai wakilnya. Membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang tugasnya membantu presiden.

Kekalahan Jepang 

Kekalahan Jepang dari Sekutu Pada 6 Agustus 1945, Kota Hiroshima, Jepang, luluh lantak akibat bom atom yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat. Tak berhenti di situ, Kota Nagasaki, Jepang, menjadi sasaran bom selanjutnya pada 9 Agustus 1945, tiga hari setelah bom di Kota Hiroshima.
Dalam beberapa detik, kedua bom itu mengakibatkan ratusan ribu orang meninggal dunia. Dua peristiwa tersebut memaksa Jepang untuk menyerah kepada sekutu, sekaligus menandai berakhirnya Perang Dunia II. Mengetahui hal itu, golongan muda Indonesia mendesak Soekarta dan Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.


Penculikan Bapak Ir Soekarno dan Dr. Drs. H. Mohammad Hatta

Penculikan Soekarno-Hatta Untuk mendesak Bung Karno agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, golongan pemuda menculik Soekarno dan Muhammad Hatta ke Rengasdengklok, Karawang pada 16 Agustus 1945 dini hari. Pada peristiwa itu, disepakati proklamasi kemerdekaan diumumkan pada Jumat, 17 Agutus 1945. Usai kesepakatan tersebut, Bung Karno dan Bung Hatta dibawa kembali ke Jakarta dan tiba pada pukul 02.00 WIB dini hari, delapan jam sebelum proklamasi. Setibanya di Jakarta, mereka singgah di rumah Laksamana Muda Tadashi Maeda, Kepala Penghubung Angkatan Laut dan Angkatan Darat tentara Kekaisaran Jepang. Di rumah Laksamana Maeda itulah, mereka bertiga merumuskan teks proklamasi.

Teks Proklamasi

Teks proklamasi Harian Kompas, 16 Agustus 1975 memberitakan, Bung Karno menuliskan satu kalimat pembuka pada secarik kertas yang berbunyi: Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan Kemerdekaan Indonesia. Kalimat itu diambil dari rancangan pembukaan Undang-Undang Dasar yang dihasilkan pada 22 Juni 1945 oleh Panitia Kecil terdiri dari sembilan dan dibentuk oleh Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Bung Hatta kemudian menambahkan kalimat kedua pada teks proklamasi itu. Menurutnya, kalimat pertama hanya berusaha menyatakan kemauan bangsa untuk menentukan nasib sendiri. Oleh karena itu, harus ada pelengkapnya yang menegaskan bagaimana cara menyelenggarakan revolusi nasional. Dengan dasar gagasan ini, ia pun menuliskan: Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Setelah teks proklamasi disusun, pertemuan diakhiri dengan pengumuman dari Bung Karno bahwa proklamasi akan dibacakan pada pukul 10.00 WIB di halaman rumahnya, di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta. Awalnya, pembacaan teks proklamasi kemerdekaan akan dilakukan di Lapangan Ikada. Akan tetapi, pasukan Jepang yang terus berpatroli di sekitar Lapangan Ikada menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya bentrokan. Akhirnya, rumah Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur 56 pun dipilih sebagai tempat pembacaan teks proklamasi.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_GBEnglish (UK)